Sale!

Jamblang Ungu

Rp75.000

Description

Bagi Anda pecinta buah eksotis khas Indonesia, maka Anda pasti mengenal buah dengan warna ungu yang satu ini. Orang menyebutnya dengan buah jamblang ungu, di beberapa daerah sering disebut juga dengan buah buah jamblang. Buah yang satu ini memang cukup langka di pasaran, oleh karena itu kami jual bibit buah jamblang ungu untuk ditanam sendiri di rumah sehingga Anda bisa menikmatinya.

Karena buah ini sangat asam, maka kebanyakan orang mengonsumsinya dengan dibuat menjadi manisan. Caranya, buah buah jamblang diletakkan ke dalam kontainer, kemudian ditambahkan gula pasir dan sedikit garam, kemudian diaduk hingga gula merata. Barulah dikonsumsi untuk merasakan kesegaran yang tercampur dengan rasa manis.

Informasi Keunikan

Buah duwet atau jamblang ini untuk saat ini tergolong sudah jarang dijumpai, sehingga sangat potensial untuk dikebunkan. Bahkan bisa juga sebagai tempat wisata. Dalam video berikut kebun buah duwet difungsikan sebagai wisata bagi masyarakat yang rindu akan buah duwet, karena dipasaranpun saat ini sudah sangat jarang dijumpai:

Buah jamblang mempunyai bentuk yang kecil dan lonjong. Biasanya buah ini tumbuh bergerombol, mempunyai kulit yang tipis, licin dan mengkilap. Buah jamblang berwarna hijau saat masih muda dan berubah menjadi merah tua sampai ungu kehitaman saat sudah matang.

Daging buahnya berwarna putih, ada juga yang merah keunguan, aroma buahnya tidak terlalu menyengat, serta mengandung banyak sari buah, dan mempunyai rasa sepat masam sampai masam manis. Bijinya lonjong, berukuran sampai 3,5 cm, tetapi ada juga buahnya yang tidak mempunyai biji, ada juga yang berbiji dengan batas jumlah 5.

Spesifikasi Bibit

Nama: Jamblang Ungu
Nama ilmiah: Syzygium cumini
Asal bibit: okulasi
Tinggi bibit: 30cm – 70cm
Rekomendasi dataran tumbuh optimal: Dataran rendah hingga ketinggian 700 mdpl
Kebutuhan sinar matahari: Penyinaran sepanjang hari
Waktu berbuah: berbuah pada umur 2-4 tahun
Rekomendasi jika tanam dalam pot: Diameter pot minimum 60 cm
Penyiraman: Satu – Dua kali dalam sehari
Pemupukan: Sebulan sekali menggunakan pupuk NPK daun atau sejenisnya
Berat bibit setelah dipacking: 1 Kg

Cara Tanam & Perawatan

Apabila Anda hendak menanam buah jamblang dalam lahan pekarangan atau kebun, galilah lubang tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Alangkah lebih baiknya apabila sebelumnya Anda bersihkan lahan dari tanaman liar, semak, ataupun gulma.

Tanah bekas galian tersebut dapat Anda campur dengan sekam dan kompos yang nantinya dipakai untuk menutup kembali tanah galian. Selanjutnya, diamkan tanah galian tersebut dua hingga tiga hari supaya bakteri yang biasanya mengganggu tanaman dapat mati.

Namun jika kebetulan Anda memiliki lahan yang terbatas, tanaman ini dapat ditanam di dalam pot. Anda dapat menyediakan pot dengan ukuran agak besar sebagai tempat penanaman.

Pastikan pot yang Anda gunakan memiliki lubang drainasi yang baik di bagian bawahnya. Kemudian siapkan pula tanah yang sudah dicampur dengan sekam dan pupuk kompos atau pupuk kandang dengan rasio seimbang.

Setelah Anda memiliki tanaman jamblang yang tumbuh di lahan atau pot, langkah selanjutnya adalah pemeliharaan tanaman tersebut agar tumbuh subur dan produktif. Oleh karena itu, penyiraman tanaman wajib dilakukan paling tidak dua kali dalam sehari.

Apabila perlu, pasanglah ajir untuk menopang tanaman jamblang tersebut agar tidak mudah roboh terkena angin kencang maupun arus air hujan yang deras. Di samping itu, lakukan pemupukan rutin terhadap tanaman jamblang tersebut.

Pemupukan dapat dilakukan paling tidak satu bulan sekali. Berikan 20 butir NPK buah + 1 kg kompos/pupuk kandang + 1 sendok teh pupuk organik cair atau satu sendok makan pupuk organik padat. Pupuk tersebut akan memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman jamblang yang Anda tanam.

Apabila nutrisi tanaman terpenuhi, maka tanaman akan tumbuh dengan subur. Di sisi lain, untuk merangsang agar tanaman cepat berbuah, Anda dapat memberikan hormon buah.

Manfaat Tanaman

  • Obat diabetes

Buah jamblang digunakan sebagai obat diabetes oleh para ahli kesehatan alternatif. Secara ilmiah, buah jamblang memiliki indeks glikemik rendah. Hal itulah yang membuatnya menjadi pilihan tepat bagi para penderita diabetes. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam the Complement Ther Med tentang efek anti diabetes buah jamblang.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh dan kekuatan tulang

Tak menyangka, bukan? Buah jamblang mengandung sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh seperti kalsium, zat besi, kalium dan vitamin C. kandungan tersebut membuat buah jamblang baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan kekuatan tulang.

  • Mencegah penyakit jantung

Selain kandungan nutrisi di atas, buah jamblang juga sarat dengan kandungan asam ellagic (ellagitannins), anthocyanins, dan anthocyanidins yang berfungsi sebagai anti inflamasi. Senyawa tersebut juga berfungsi sebagai antioksidan yang mampu mencegah oksidasi kolesterol dan formasi plak yang memicu penyakit jantung. Selain itu buah jamblang merupakan sumber kalium. Buah jamblang sebanyak 100gr mengandung 55mg kalium yang membantu mencegah hipertensi yang juga menjadi pemicu penyakit jantung.

  • Obat infeksi

Bagian lain dari buah jamblang seperti daun, kulit , batang dan biji secara tradisional digunakan sebagai obat infeksi karena bakteri. Tanaman jamblang menyimpan senyawa seperti asam malat, asam galat, asam oksalat dan tanin. Kandungan senyawa tersebut berfungsi sebagai antimalaria, sifat antibakteri dan gastroprotektif.

  • Melancarkan pencernaan dan kesehatan mulut

Daun pohon jamblang dalam dunia pengobatan tradisional telah digunakan untuk mengobati diare dan maag. Daun tersebut memiliki sifat antibakteri sehingga dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi gangguan kesehatan mulut.

  • Mencegah kanker

Beberapa studi telah menyelidiki sifat chemoprotective dari buah jamblang. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti Jagetia GC menunjukkan bahwa ekstrak buah jamblang mampu menghambat radiasi yang disebabkan oleh generasi radikal bebas yang menjadi penyebab kanker.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Jamblang Ungu”

Your email address will not be published. Required fields are marked *