Ketika mendengar kata jambu biji, yang pertama kali muncul di pikiran kita pasti adalah buah yang berbentuk bulat, berwarna hijau, dan terdapat biji yang banyak di dalamnya. Yaps, jambu biji memang bisa dibilang sebagai buah yang sangat populer, semua orang pasti sudah pernah mengenal bahkan mencicipi kelezatan buah ini. Selain itu, tidak sedikit pula masyarakat yang menjadikan buah jambu biji sebagai buah favorit mereka. Hal ini dikarenakan selain mudah dijumpai, citarasa yang ditawarkan jambu biji juga sangatlah manis dan lezat, belum lagi ditambah dengan teksturnya yang renyah. Wajar saja jika hampir semua kalangan masyarakat dari anak – anak hingga orang tua sangat suka menyantap buah ini.

Tak hanya unik, jambu biji alpukat juga memiliki daging buah yang tebal, berwarna putih bersih, dan bertekstur sangat renyah. Bahkan saking renyahnya, Anda bisa mendengar bunyi  kress – kress saat mengunyahnya. Untuk rasanya? Tidak perlu diragukan lagi deh!!! Jambu ini menawarkan citarasa buah yang sangat manis, lezat, dan juicy. Selain itu, kandungan airnya yang melimpah juga akan menambah kesegaran saat menyantap jambu ini. Bagi Anda yang hobby berkreasi dengan makanan, daging buah jambu biji alpukat juga sangat cocok diolah menjadi berbagai macam produk kuliner seperti jus, rujak, hingga ice cream yang lezat.

Spesifikasi Bibit

Nama: Jambu Biji Alpukat
Nama ilmiah: Psidium guajava L.
Asal bibit: Hasil okulasi
Tinggi bibit: 30cm – 70cm
Rekomendasi dataran tumbuh optimal: Dataran rendah hingga ketinggian 700 m dpl
Kebutuhan sinar matahari: Penyinaran sepanjang hari
Waktu berbuah: berbuah pada umur 1-2 tahun
Rekomendasi jika tanam dalam pot: Diameter pot minimum 60 cm
Penyiraman: Satu – Dua kali dalam sehari
Pemupukan: Sebulan sekali menggunakan pupuk NPK daun atau sejenisnya
Berat bibit setelah dipacking: 1 Kg

Cara Tanam & Perawatan

Budidaya jambu biji alpukat cukup mudah tetapi jika kalian menginginkan hasil yang maksimal dengan lahan sempit sehingga tidak memakan terlalu banyak ruang, kalian bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini. Harus dengan perawatan yang intensif dan mudah.

Sebelum menanam tanaman apa saja, yang wajib kita siapkan adalah bibit tanaman.

Namun, tidak mudah mendapatkan bibit jambu biji alpukat ini. Kalian harus mencangkoknya dulu namun tidak di semua daerah ada tanaman jambu biji alpukat ini.

Untuk tempat tanamnya,saya menyarankan agar kalian menggunakan drum yang di potong menjadi dua, atau bisa juga menggunakan planter bag yang bisa dibeli di toko bibit. Untuk ukuran planter bagnya, kalian bisa menggunakan ukuran yang sesuai dengan keinginan tetapi lebih besar diameternya lebih baik.

Selain itu, untuk media tumbuhnya, kalian bisa menggunakan tanah, kompos, dan sekam padi dengan perbandingan tanah 2, sekam padi dan kompos 1. Jadi, perbandingannya 2:1:1, kalian bisa mencampurkan bahan-bahan tersebut menjadi satu.

Untuk menanamnya, kalian bisa isi bagian bawah planterbag/potongan drum dengan pecahan genteng. Kalian juga bisa menambahkan serabut kelapa untuk menstabil air nantinya.

Lalu, kalian isi setengah planter bag tadi dengan media tumbuh yang sudah disiapkan. Masukan bibitnya dan uruk dengan tanah yang sudah diracik tadi. Jika kalian sudah menanamnya, jangan lupa menyiramnya. Untuk media tanah, kalian bisa tambahkan dolomit untuk menjaga tanah dari jamur agar tumbuhan sehat dan terhindar dari penyakit.

Setelah melakukan penanaman, maka langkah selanjutnya adalah merawat tanaman jambu biji alpukat supaya dapat berbuah dengan maksimal.

Tanaman yang sudah siap, jangan lupa ditaruh di tempat terbuka yang memiliki pencahayaan yang cukup.

Untuk penyiramanmya sendiri, jika pada musim kemarau, kalian bisa menyiramnya setiap hari, cukup satu kali saja di pagi atau sore hari. Jika pada musim hujan, penyiraman dilakukan jika media tanam sudah terlihat kering.

Untuk pemupukannya sendiri,kita harus lebih antusias lagi karena tanaman tambulampot hanya memiliki persedian nutrisi yang terbatas. Jadi, kita harus memupuknya agar tanaman bisa berbuah secara maksimal nantinya.

Pemupukan pertama kita lakukan paling tidak 1 bulan setelah tanam dan untuk pemupukan selanjutnya, bisa kita lakukan 2-3 bulan sekali.

Manfaat